<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Asy Syahiidu ( Maha Menyaksikan)</title>
	<atom:link href="http://acepcimilikiti.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://acepcimilikiti.wordpress.com</link>
	<description>your dream in a theater</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jun 2009 01:10:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='acepcimilikiti.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Asy Syahiidu ( Maha Menyaksikan)</title>
		<link>http://acepcimilikiti.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://acepcimilikiti.wordpress.com/osd.xml" title="Asy Syahiidu ( Maha Menyaksikan)" />
	<atom:link rel='hub' href='http://acepcimilikiti.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>(ilmu islam)</title>
		<link>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/06/22/sufisme/</link>
		<comments>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/06/22/sufisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 00:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acepcimilikiti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://acepcimilikiti.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Lata&#8217;if Ada 5 tingkatan Lata&#8217;if Posisi Hatii ( The Stations of the Heart) 1. Tingkat pertama Maqamal Hati ( Qalb ) : Latifat al Qalb (Ilmiya : all knowledge, Ya Sayed : solihin ) Merupakan tingkatan masuknya ilmu pengetahuan ilmiah Setan bisa masuk dalam posisi ini, dan mengerti apa yang kalian akan lakukan. Inilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acepcimilikiti.wordpress.com&amp;blog=7478960&amp;post=73&amp;subd=acepcimilikiti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenal Lata&#8217;if </p>
<p>Ada 5 tingkatan Lata&#8217;if Posisi Hatii ( The Stations of the Heart)</p>
<p>1. Tingkat pertama Maqamal Hati ( Qalb ) : Latifat al Qalb (Ilmiya : all knowledge, Ya Sayed : solihin )</p>
<p>Merupakan tingkatan masuknya ilmu pengetahuan ilmiah Setan bisa masuk dalam posisi ini, dan mengerti apa yang kalian akan lakukan. Inilah sebabnya mengapa kalian kadang2 memiliki pikiran buruk. Kalian terganggu ketika sedang sholat, kalian merasa dicurangi ketika bekerja dan merasa curiga.</p>
<p>Maqam ini dibawah otoritas Nabi Adam as karena mencerminkan aspek fisik dari hati. Warna cahaya dari hati adalah kuning, sense indra : pendengaran</p>
<p>2.Tingkat kedua Posisi dari Rahasia (sirr) :<br />
Latifat as-Sirr<br />
( Ruhiyya : spirituality, Hearing Seeing, Ya Sahib )</p>
<p>Pada posisi ini terdapat perbedaan yang nyata antara sadar dan bawah sadar. Merupakan posisi Ruhiyah atau spiritual. Indra keenam pada posisi inia dapat mengenali informasi dan Ramalan vision spiritual, dimana Allah memberikan rahasia kepada setiap individu umat manusia . Penyaksian spiritual vision dengan pendengaran dan penglihatan / penyaksian.</p>
<p>Dibawah otoritas Nabi Nuh as, karena merupakan kapal penyelamat dari Lautan Kegelapan dan penyelamat dari banjir ketak pedulian dan kebodohan.Cahaya hati dalam posisi ini adalah Merah. Para suhada dan Guru-guru dari 40 tarikat lain hanya dapat memasuki hingga posisi kedua ini, sementara guru2 tarikat Naqsbandy bisa lebih jauh mencapai posisi ketiga.</p>
<p>3.Tingkat ketiga : Rahasia dari Rahasia (sirr as sirr) : Latifat Sirr as Sirr (Mithaliya : Perfecting, Balanced being, Ya Sadiq )</p>
<p>Tingkat kesempurnaan Spiritual dari kepastian, kehalusan hati. Tingkat para siddiqiun. Dibawah otoritas Nabi Ibrahim as dan Nabi Musa as. Nabi Ibrahim adalah symbol Kalifah di Bumi dan Musa as diberikan kelebihan dapat mendengar dan berbicara dengan Allah, dua atribut yang penting dalam mengenal ilmu pengetahuan Allah. Warna cahaya hati dari rahasia dari rahasia adalah Putih. Gambaran sempurna dalam posisi ini adalah pencapaian kesempurnaan Rasulullah saw merupakan gambaran terbaik kesempurnaan ciptaan Allah.</p>
<p>4. Tingkat keempat Yang Tersembunyi (Khafa): Latifat al Khafa (Jismiyya, Insan Kamil, Ya Rasul)</p>
<p>Kesempurnaan Fisik dari Insan Kamil, dibawah otoritas Nabi Isa as , karena hubungannya dengan Pengetahuan Tersembunyi, ia mewakili pemahaman Spiritual . Insan Kamil adalah ketika kesempurnaan jiwa tercermin dalam penampilan fisik dan menjadi image of perfection Muhammadiun. Hanya Rasulullah saw saja yang dapat memasuki posisi ini</p>
<p>5. Tingkat kelima Yang Paling Tersembunyi (Ahkfa) : Latifat al Ahkfa (Dhatiyaa :Essence, Ya Allah, Huwa)</p>
<p>Posisi dari Kehadiran, Hakikat. Tingkat ini hanya diketahui oleh Allah saja. Allah Huwa. Merupakan realitas Nabi Muhammad saw, karena hanya Rasulullah saw yang memiliki posisi diatas semua Nabi. Dalam Isra Miraj Nabi saw menyaksikan Kehadiran Allah swt. Direpresentasikan dalam Kalimah La ilaha illallah Muhammadur rasul Allah. Colour : Cahaya Hati dari Yang Paling Tersembunyi adalah Hitam. Allah memiliki rahasia penciptaan dalam genggamannya, tak ada seorangpun tahu kecuali Allah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acepcimilikiti.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acepcimilikiti.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acepcimilikiti.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acepcimilikiti.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acepcimilikiti.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acepcimilikiti.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acepcimilikiti.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acepcimilikiti.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acepcimilikiti.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acepcimilikiti.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acepcimilikiti.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acepcimilikiti.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acepcimilikiti.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acepcimilikiti.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acepcimilikiti.wordpress.com&amp;blog=7478960&amp;post=73&amp;subd=acepcimilikiti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/06/22/sufisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31d54957f9219a99e5d5410d68bcf458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">acepcimilikiti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bacaan ringan&#8230;.</title>
		<link>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/06/21/bacaan-ringan/</link>
		<comments>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/06/21/bacaan-ringan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 16:19:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acepcimilikiti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/06/21/bacaan-ringan/</guid>
		<description><![CDATA[About Me My Photo zezz Blog ini saya persembahkan untuk saudara2ku sesama muhibbun pencari cinta dan makrifatullah.belajar dan mengikuti Jalan tasawuf. Meneladani dan mengikuti jalan para Awlia Allah. Mudah2an kita selalu dibukakan pintu ilmu oleh Allah.. dan menumbuhkan sebuah semangat baru untuk terus berusaha melekatkan tradisi sufi dalam diri.. melawan ego diri dalam hiruk pikuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acepcimilikiti.wordpress.com&amp;blog=7478960&amp;post=72&amp;subd=acepcimilikiti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>About Me<br />
My Photo</p>
<p>zezz<br />
    Blog ini saya persembahkan untuk saudara2ku sesama muhibbun pencari cinta dan makrifatullah.belajar dan mengikuti Jalan tasawuf. Meneladani dan mengikuti jalan para Awlia Allah. Mudah2an kita selalu dibukakan pintu ilmu oleh Allah.. dan menumbuhkan sebuah semangat baru untuk terus berusaha melekatkan tradisi sufi dalam diri.. melawan ego diri dalam hiruk pikuk diperadaban ini.</p>
<p>View my complete profile<br />
Mawlana Syeikh Hisyam Al Kabbani<br />
Mawlana Syeikh Hisyam Al Kabbani<br />
Thursday, September 11, 2008<br />
Manakib Jalaludin Rumi</p>
<p>Mawlana Jalaludin Rumi<br />
Oleh Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani<br />
( Grandson of Mawlana Rumi )<br />
“Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan,<br />
Saya mencintainya dan Saya mengaguminya, Saya memilih<br />
jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya. Setiap<br />
orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya, kekasih<br />
yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai, dia<br />
begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna.<br />
Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta yang<br />
tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan dia dan<br />
mereka adalah dia. Ini adalah sebuah rahasia, jika<br />
kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya.</p>
<p>Rumi memang bukan sekadar penyair, tetapi juga seorang tokoh sufi yang berpengaruh di zamannya. Rumi adalah guru nomor satu Thariqat Maulawiah, sebuah thariqat yang berpusat di Turki dan berkembang di daerah sekitarnya. Thariqat Maulawiah pernah berpengaruh<br />
besar dalam lingkungan Istana Turki Utsmani dan kalangan seniman sekitar tahun l648.<br />
Sebagai tokoh sufi, Rumi sangat menentang pendewaan akal dan indera dalam menentukan kebenaran. Di zamannya, ummat Islam memang sedang dilanda penyakit itu. Bagi mereka kebenaran baru dianggap benar bila mampu digapai oleh indera dan akal. Segala sesuatu<br />
yang tidak dapat diraba oleh indera dan akal, dengan cepat mereka ingkari dan tidak diakui.<br />
Padahal menurut Rumi, justru pemikiran semacam itulah yang dapat melemahkan Iman kepada sesuatu yang ghaib. Dan karena pengaruh pemikiran seperti itu pula, kepercayaan kepada segala hakekat yang tidak kasat mata, yang diajarkan berbagai syariat dan beragam<br />
agama samawi, bisa menjadi goyah.<br />
Rumi mengatakan, “Orientasi kepada indera dalam menetapkan segala hakekat keagamaan adalah gagasan yang dipelopori kelompok Mu’tazilah. Mereka merupakan<br />
para budak yang tunduk patuh kepada panca indera. Mereka menyangka dirinya termasuk Ahlussunnah. Padahal, sesungguhnya Ahlussunnah sama sekali tidak terikat kepada indera-indera, dan tidak mau pula memanjakannya.”</p>
<p>Bagi Rumi, tidak layak meniadakan sesuatu hanya karena tidak pernah melihatnya dengan mata kepala atau belum pernah meraba dengan indera. Sesungguhnya, batin akan selalu tersembunyi di balik yang lahir, seperti faedah penyembuhan yang terkandung dalam obat. “Padahal, yang<br />
lahir itu senantiasa menunjukkan adanya sesuatu yang tersimpan, yang tersembunyi di balik dirinya. Bukankah Anda mengenal obat yang bermanfaat? Bukankah kegunaannya tersembunyi di dalamnya?” tegas Rumi.</p>
<p>PENGARUH TABRIZ<br />
Fariduddin Attar, salah seorang ulama dan tokoh sufi, ketika berjumpa dengan Rumi yang baru berusia 5 tahun pernah meramalkan bahwa si kecil itu kelak akan menjadi tokoh spiritual besar. Sejarah kemudian mencatat, ramalan Fariduddin Attar itu tidak meleset.<br />
Rumi, Lahir di Balkh, Afghanistan pada 604 H atau 30 September 1207. Mawlana Rumi menyandang nama lengkap Jalaluddin Muhammad bin Muhammad al-Balkhi al-Qunuwi.<br />
Adapun panggilan Rumi karena sebagian besar hidupnya dihabiskan di Konya (kini Turki), yang dahulu dikenal sebagai daerah Rum (Roma).<br />
Ayahnya, Bahauddin Walad Muhammad bin Husein, adalah seorang ulama besar bermadzhab Hanafi. Dan karena kharisma dan tingginya penguasaan ilmu agamanya, ia digelari Sulthanul Ulama. Namun rupanya gelar itu menimbulkan rasa iri pada sebagian ulama lain. Dan<br />
mereka pun melancarkan fitnah dan mengadukan Bahauddin ke penguasa. Celakanya sang penguasa terpengaruh hingga Bahauddin harus meninggalkan Balkh, termasuk keluarganya. Ketika itu Rumi baru berusia lima tahun. Sejak itu Bahauddin bersama keluarganya hidup<br />
berpindah- pindah dari suatu negara ke negara lain. Mereka pernah tinggal di Sinabur (Iran timur laut). Dari Sinabur pindah ke Baghdad, Makkah, Malattya (Turki), Laranda (Iran tenggara) dan terakhir menetap di Konya, Turki. Raja Konya Alauddin Kaiqubad, mengangkat ayah Rumi sebagai penasihatnya, dan juga mengangkatnya sebagai pimpinan sebuah perguruan agama<br />
yang didirikan di ibukota tersebut. Di kota ini pula ayah Rumi wafat ketika Rumi berusia 24 tahun.<br />
Di samping kepada ayahnya, Rumi juga berguru kepada Burhanuddin Muhaqqiq at-Turmudzi, sahabat dan pengganti ayahnya memimpin perguruan. Rumi juga menimba ilmu di Syam (Suriah) atas saran gurunya itu. Beliau baru kembali ke Konya pada 634 H, dan ikut mengajar di perguruan tersebut. Setelah Burhanuddin wafat, Rumi menggantikannya sebagai guru di Konya. Dengan pengetahuan agamanya yang luas, di samping sebagai guru, beliau juga menjadi da’i dan ahli hukum Islam. Ketika itu banyak tokoh ulama yang berkumpul di Konya. Tak heran jika Konya kemudian menjadi pusat ilmu dan tempat berkumpul para ulama dari berbagai penjuru dunia.<br />
Kesufian dan kepenyairan Rumi dimulai ketika beliau sudah berumur cukup tua, 48 tahun. Sebelumnya, Rumi adalah seorang ulama yang memimpin sebuah madrasah yang punya murid banyak, 4.000 orang. Sebagaimana seorang ulama, beliau juga memberi fatwa dan tumpuan<br />
ummatnya untuk bertanya dan mengadu. Kehidupannya itu berubah seratus delapan puluh derajat ketika beliau berjumpa dengan seorang sufi pengelana, Syamsuddin alias Syamsi dari kota Tabriz.<br />
Suatu saat, seperti biasanya Rumi mengajar di hadapan khalayak dan banyak yang menanyakan sesuatu kepadanya. Tiba-tiba seorang lelaki asing–yakni Syamsi Tabriz–ikut bertanya, “Apa yang dimaksud dengan riyadhah dan ilmu?” Mendengar pertanyaan seperti itu Rumi terkesima. Kiranya pertanyaan itu jitu dan tepat pada sasarannya. Beliau tidak mampu menjawab.<br />
Akhirnya Rumi berkenalan dengan Tabriz. Setelah bergaul beberapa saat, beliau mulai kagum kepada Tabriz yang ternyata seorang sufi.<br />
Sultan Salad, putera Rumi, mengomentari perilaku ayahnya itu, “Sesungguhnya, seorang guru besar tiba-tiba menjadi seorang murid kecil. Setiap hari sang guru besar harus menimba ilmu darinya, meski sebenarnya beliau cukup alim dan zuhud. Tetapi itulah kenyataannya. Dalam diri Tabriz, guru besar itu melihat kandungan ilmu yang tiada taranya.”<br />
Rumi telah menjadi sufi, berkat pergaulannya dengan Tabriz. Kesedihannya berpisah dan kerinduannya untuk berjumpa lagi dengan gurunya itu telah ikut berperan mengembangkan emosinya, sehingga beliau menjadi penyair yang sulit ditandingi. Guna mengenang dan<br />
menyanjung gurunya itu, beliau tulis syair-syair, yang himpunannya kemudian dikenal dengan nama Divan Syams Tabriz. Beliau bukukan pula wejangan-wejangan gurunya, dan buku itu dikenal dengan nama Maqalat Syams Tabriz. Rumi kemudian mendapat sahabat dan sumber inspirasi baru, Syaikh Hisamuddin Hasan bin Muhammad. Atas dorongan sahabatnya itu, selama 15 tahun terakhir masa hidupnya beliau berhasil menghasilkan himpunan syair<br />
yang besar dan mengagumkan yang diberi nama Masnavi. Buku ini terdiri dari enam jilid dan berisi 20.700 bait syair. Dalam karyanya ini, terlihat ajaran-ajaran tasawuf yang mendalam, yang disampaikan dalam bentuk apologi, fabel, legenda, anekdot, dan lain-lain.<br />
Bahkan Masnavi sering disebut Qur’an Persia. Karya tulisnya yang lain adalah Ruba’iyyat (sajak empat baris dengan jumlah 1600 bait), Fiihi Maa fiihi (dalam bentuk prosa; merupakan himpunan ceramahnya tentang metafisika), dan Maktubat (himpunan surat-suratnya kepada sahabat atau pengikutnya) .<br />
Bersama Syaikh Hisamuddin pula, Rumi mengembangkan Thariqat Maulawiyah atau Jalaliyah. Thariqat ini di Barat dikenal dengan nama The Whirling Dervishes (para Darwisy yang berputar-putar) . Nama itu muncul karenapara penganut thariqat ini melakukan tarian berputar-putar, yang diiringi oleh gendang dan suling, dalam dzikir mereka untuk mencapai ekstase.<br />
WAFATNYA MAWLANA RUMI<br />
Semua manusia tentu akan kembali kepada-Nya.<br />
Demikianlah yang terjadi pada Rumi. Penduduk Konya<br />
tiba-tiba dilanda kecemasan, karena mendengar kabar<br />
bahwa tokoh panutan mereka, Rumi, tengah menderita<br />
sakit keras. Meskipun demikian, pikiran Rumi masih<br />
menampakkan kejernihannya.<br />
Seorang sahabatnya datang menjenguk dan mendo’akan,<br />
“Semoga Allah berkenan memberi ketenangan kepadamu<br />
dengan kesembuhan.” Rumi sempat menyahut, “Jika<br />
engkau beriman dan bersikap manis, kematian itu akan<br />
bermakna baik. Tapi kematian ada juga yang kafir dan<br />
pahit.”<br />
Pada tanggal 5 Jumadil Akhir 672 H atau 17 Desember<br />
1273 dalam usia 68 tahun Rumi dipanggil ke<br />
Rahmatullah. Tatkala jenazahnya hendak diberangkatkan,<br />
penduduk setempat berdesak-desakan ingin mengantarkan<br />
kepulangannya. Malam wafatnya beliau dikenal sebagai<br />
Sebul Arus (Malam Penyatuan). Sampai sekarang para<br />
pengikut Thariqat Maulawiyah masih memperingati<br />
tanggal itu sebagai hari wafatnya beliau.<br />
“SAMA”, Tarian Darwis yang Berputar<br />
Suatu saat Rumi tengah tenggelam dalam kemabukannya<br />
dalam tarian “Sama” ketika itu seorang sahabatnya<br />
memainkan biola dan ney (seruling), beliau mengatakan,<br />
“Seperti juga ketika salat kita berbicara dengan<br />
Tuhan, maka dalam keadaan extase para darwis juga<br />
berdialog dengan Tuhannya melalui cinta. Musik Sama<br />
yang merupakan bagian salawat atas baginda Nabi<br />
Sallallahu alaihi wasalam adalah merupakan wujud musik<br />
cinta demi cinta Nabi saw dan pengetahuanNya.<br />
Rumi mengatakan bahwa ada sebuah rahasia tersembunyi<br />
dalam Musik dan Sama, dimana musik merupakan gerbang<br />
menuju keabadian dan Sama adalah seperti electron yang<br />
mengelilingi intinya bertawaf menuju sang Maha<br />
Pencipta. Semasa Rumi hidup tarian “Sama” sering<br />
dilakukan secara spontan disertai jamuan makanan dan<br />
minuman. Rumi bersama teman darwisnya selepas solat<br />
Isa sering melakukan tarian sama dijalan-jalan kota<br />
Konya.<br />
Terdapat beberapa puisi dalam Matsnawi yang memuji<br />
Sama dan perasaan harmonis alami yang muncul dari<br />
tarian suci ini. Dalam bab ketiga Matsnawi, Rumi<br />
menuliskan puisi tentang kefanaan dalam Sama, “ketika<br />
gendang ditabuh seketika itu perasaan extase merasuk<br />
bagai buih-buih yang meleleh dari debur ombak laut”.<br />
Tarian Sakral Sama dari tariqah Mevlevi Haqqani atau<br />
Tariqah Mawlawiyah ini masih dilakukan saat ini di<br />
Lefke, Cyprus Turki dibawah bimbingan Mawlana Syaikh<br />
Nazim Adil al-Haqqani. Ajaran Sufi Mawlana Syaikh<br />
Nazim dan mawlana Syaikh Hisyam juga merambah<br />
keberbagai kota di Amerika maupun Eropa, sehingga<br />
tarian Whirling Dervishes ini juga dilakukan di banyak<br />
kota-kota di Amerika, Eropa dan Asia di bawah<br />
bimbingan Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani.<br />
Tarian Sama ini sebagai tiruan dari keteraturan alam<br />
raya yang diungkap melalui perputaran planet-planet.<br />
Perayaan Sama dari tariqah Mevlevi dilakukan dalam<br />
situasi yang sangat sakral dan ditata dalam penataan<br />
khusus pada abad ke tujuh belas. Perayaan ini untuk<br />
menghormati wafatnya Rumi, suatu peristiwa yang Rumi<br />
dambakan dan ia lukisakna dalam istilah-istilah yang<br />
menyenangkan.<br />
Para Anggota Tariqah Mevlevi sekarang belajar<br />
menarikan tarian ini dengan bimbingan Mursyidnya.<br />
Tarian ini dalam bentuknya sekarang dimulai dengan<br />
seorang peniup suling yang memainkan Ney, seruling<br />
kayu. Para penari masuk mengenakan pakaian putih yang<br />
sebagai simbol kain kafan, dan jubah hitam besar<br />
sebagai symbol alam kubur dan topi panjang merah atau<br />
abu-abu yang menandakan batu nisan.<br />
Akhirnya seorang Syaikh masuk paling akhir dan<br />
menghormat para Darwish lainnya. Mereka kemudian balas<br />
menghormati. Ketika Syaikh duduk dialas karpet merah<br />
menyala yang menyimbolkan matahari senja merah tua<br />
yang mengacu pada keindahan langit senja sewaktu Rumi<br />
wafat. Syaikh mulai bersalawat untuk Rasulullah saw<br />
yang ditulis oleh Rumi disertai iringan musik,<br />
gendang, marawis dan seruling ney.<br />
Peniup seruling dan penabuh gendang memulai musiknya<br />
maka para darwis memulai dengan tiga putaran secara<br />
perlahan yang merupakaan simbolisasi bagi tiga tahapan<br />
yang membawa manusia menemui Tuhannya. Pada puatran<br />
ketiga Syaikh kembali duduk dan para penari melepas<br />
jubah hitamnya dengan gerakan yang menyimbulkan<br />
kuburan untuk mengalami ‘ mati sebelum mati”,<br />
kelahiran kedua.<br />
Ketika Syaikh mengijinkan para penari menari, mereka<br />
mulai dengan gerakan perlahan memutar seperti putaran<br />
tawaf dan putaran planet-planet mengelilingi matahari.<br />
Ketika tarian hamper usai maka syaikh berdiri dan<br />
alunan musik dipercepat. Proses ini diakhiri dengan<br />
musik penutup danpembacaan ayat suci Al-Quran.<br />
Rombongan Penari Darwis, secara teratur menampilkan<br />
Sama di auditorium umum di Eropa dan Amerika Serikat.<br />
Sekalipun beberapa gerakan tarian ini pelan dan terasa<br />
lambat tetapi para pemirsa mengatakan penampilan ini<br />
sangat magis dan menawan. Kedalaman konsentrasi, atau<br />
perasaan dzawq dan ketulusan para darwis menjadikan<br />
gerakan mereka begitu menghipnotis. Pada akhir<br />
penampilan para hadirin diminta untuk tidak bertepuk<br />
tangan karena “Sama” adalah sebuah ritual spiritual<br />
bukan sebuah pertunjukan seni.<br />
Pada abad ke 17, Tariqah Mevlevi atau Mawlawiyah<br />
dikendalikan oleh kerajaan Utsmaniyah. Meskipun<br />
Tariqah Mawlawiyah kehilangan sebagian besar<br />
kebebasannya ketika berada dibawah dominasi<br />
Ustmaniyah, tetapi perlindungan Sang Raja menungkinkan<br />
Tariqah Mawlawi menyebar luas keberbagai daerah dan<br />
memperkenalkan kepada banyak orang tentang tatanan<br />
musik dan tradisi puisi yang unik dan indah. Pada Abad<br />
ke 18, Salim III seorang Sultan Utsmaniyah menjadi<br />
anggota Tariqah Mawlawiyah dan kemudian dia<br />
menciptakan musik untuk upacara-upacara Mawlawi.<br />
Selama abad ke 19 , Mawlawiyah merupakan salah satu<br />
dari sekitar Sembilan belas aliran sufi di Turtki dan<br />
sekitar tigapuluh lima kelompok semacam itu dikerajaan<br />
Utsmaniyah. Karena perlindungan dari raja mereka,<br />
Mawlawi menjadi kelompok yang paling berpengarh<br />
diseluruh kerajaan dan prestasi cultural mereka<br />
dianggap sangat murni. Kelompok itu menjadi terkenal<br />
di barat., Di Eropa dan Amerika pertunjukkan keliling<br />
mereka menyita perhatian public. Selama abad 19,<br />
sebuah panggung pertunjukkan yang didirikan di Turki<br />
menarik perhatian banyak kelompok wisatawan Eropa yang<br />
dating ke Turki.<br />
Pada tahun 1925, Tariqah Mawlawi dipaksa membubarkan<br />
diri ditanah kelahiran mereka Turki, setelah Kemal<br />
Ataturk pendiri modernisasi Turki melarang semua<br />
kelompok darwis lengkap dengan upacara serta<br />
pertunjukkan mereka. Pada saat itu makam Rumi di Konya<br />
diambil alih pemerintah dan diubah menjadi museum<br />
Negara.<br />
Motivasi utama Atatutrk adalah memutuskan hubungan<br />
Turki dengan masa pertengahan guna mengintegrasikan<br />
Turki dengan dunia modern seperti demokrasi ala barat.<br />
Bagi Ataturk tariqah sufi menjadi ancaman bagi<br />
modernisasi Turki. Pada saat itulah Syaikh Nazim<br />
ق mulai menyebarkan bimbingan spiritual dan<br />
mengajar agama Islam di Siprus, Turki.<br />
Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani<br />
Banyak murid yang mendatangi Mawlana Syaikh Nazim dan<br />
menerima Thariqat Naqsybandi Haqqani. Selain itu<br />
beliau adalah pemegang otoritas Mursyid tujuh Tariqah<br />
Sufi besar lainnya, termasuk Mevlevi Haqqani atau<br />
Mawlawiyah, Qodiriah, Syadziliyah, Chisty. Namun<br />
sayang, waktu itu semua agama dilarang di Turki dan<br />
karena beliau berada di dalam komunitas orang-orang<br />
Turki di Siprus, agama pun dilarang di sana. Bahkan<br />
mengumandangkan azan pun tak diperbolehkan.<br />
Langkah Syaikh Nazim yang pertama ketika itu adalah<br />
menuju masjid di tempat kelahirannya dan<br />
mengumandangkan azan di sana, segera beliau dimasukkan<br />
penjara selama seminggu. Begitu dibebaskan, Syaikh<br />
Nazim ق pergi menuju masjid besar di Nikosia dan<br />
melakukan azan di menaranya. Hal itu membuat para<br />
pejabat marah dan beliau dituntut atas pelanggaran<br />
hukum.<br />
Sambil menunggu sidang, Syaikh Nazim ق terus<br />
mengumandangkan azan di menara-menara masjid di<br />
seluruh Nikosia. Sehingga tuntutannya pun terus<br />
bertambah, ada 114 kasus yang menunggu beliau.<br />
Pengacara menasihati beliau agar berhenti melakukan<br />
azan, namun Syaikh Nazim ق mengatakan, “ Tidak,<br />
aku tidak bisa mengehntikannya. Orang-orang harus<br />
mendengar panggilan azan untuk shalat.”<br />
Ketika hari persidangan tiba, Mawlana Syaikh Nazim<br />
didakwa atas 114 kasus mngumandangkan azan diseluruh<br />
Cyprus. Jika tuntutan 114 kasus itu terbukti, maka<br />
beliau bisa dihukum 100 tahun penjara. Tetapi pada<br />
hari yang sama hasil pemilu diumumkan di Turki.<br />
Seorang laki-laki bernama Adnan Menderes dicalonkan<br />
untuk berkuasa. Langkah pertamanya ketika terpilih<br />
menjadi Presiden adalah membuka seluruh masjid-masjid<br />
dan mengizinkan azan dikumandangkan dalam bahasa Arab.<br />
Inilah keajaiban yang diberikan Allah swt kepada<br />
Mawlana Syaikh Nazim.<br />
Hingga saat ini makam Rumi di Konya tetap terpelihara<br />
dan dikelola oleh pemerintah Turki sebagai tempat<br />
wisata. Meskipun demikian pengunjung yang datang<br />
kesana yang terbanyak adalah para peziarah dan bukan<br />
wisatawan. Melalui sebuah kesepakatan pemerintah<br />
Turki, pada tahun 1953 akhirnya menyetujui tarian<br />
“Sama” Tariqah Mawlawi dipeertontonkan lagi di Konya<br />
dengan syarat pertunjukan tersebut bersifat cultural<br />
untuk para wisatawan.<br />
Rombongan Darwis juga diijinkan untuk berkelana secara<br />
Internasional. Meskipun demikian secara keseluruhan<br />
berbagai aspek sufisme tetap menjadi praktek yang<br />
illegal di Turki dan para sufi banyak diburu sejak<br />
Ataturk melarang agama mereka.<br />
Wa min Allah at Tawfiq<br />
————————————-<br />
Maulana Jalaluddin Rumi, Menari di Depan Tuhan<br />
“AKAN tiba saatnya, ketika Konya menjadi semarak, dan<br />
makam kita tegak di jantung kota. Gelombang demi<br />
gelombang khalayak menjenguk mousoleum kita,<br />
menggemakan ucapan-ucapan kita.”<br />
Itulah ucapan Jalaluddin Rumi pada putranya, Sultan<br />
Walad, di suatu pagi. Dan waktu kemudian berlayar,<br />
melintasi tahun dan abad. Konya seakan terlelap dalam<br />
debu sejarah. “Tetapi, kota Anatolia Tengah ini tetap<br />
berdiri sebagai saksi kebenaran ucapan Rumi,” tulis<br />
Talat Said Halman, peneliti karya-karya mistik Rumi.<br />
Kenyataannya memang demikian. Lebih dari 7 abad, Rumi<br />
bak bayangan yang abadi mengawal Konya, terutama untuk<br />
pada pengikutnya, the whirling dervishes, para darwis<br />
yang menari. Setiap tahun, dari tanggal 2-17 Desember,<br />
jutaan peziarah menyemut menuju Konya. Dari delapan<br />
penjuru angin mereka berarak untuk memperingati<br />
kematian Rumi, 727 tahun silam.<br />
Siapakah sesungguhnya makhluk ini, yang telah<br />
menegakkan sebuah pilar di tengah khazanah keagamaan<br />
Islam dan silang sengketa paham? “Dialah penyair<br />
mistik terbesar sepanjang zaman,” kata orientalis<br />
Inggris Reynold A Nicholson. “Ia bukan nabi, tetapi ia<br />
mampu menulis kitab suci,” seru Jami, penyair Persia<br />
Klasik, tentang karya Rumi,Matsnawi.<br />
Gandhi pernah mengutip kata-katanya. Rembrandt<br />
mengabadikannya dikanvas, Muhammad Iqbal, filsuf dan<br />
penyair Pakistan, sekali waktu pernah berdendang,<br />
“Maulana mengubah tanah menjadi madu…. Aku mabuk<br />
oleh anggurnya; aku hidup dari napasnya.” Bahkan, Paus<br />
Yohanes XXIII, pada 1958 menuliskan pesan khusus:<br />
“Atas nama dunia Katolik, saya menundukkan kepala<br />
penuh hormat mengenang Rumi.”<br />
Besar dalam kembara<br />
Jalaluddin dilahirkan 30 September 1207 di Balkh, kini<br />
wilayah Afganistan. Ia Putra Bahauddin Walad, ulama<br />
dan mistikus termasyhur, yang diusir dari kota Balkh<br />
tatkala ia berumur 12 tahun. Pengusiran itu buntut<br />
perbedaan pendapat antara Sultan dan Walad.<br />
Keluarga ini kemudian tinggal di Aleppo (Damaskus),<br />
dan di situ kebeliaan Jalaluddin diisi oleh guru-guru<br />
bahasa Arab yang tersohor. Tak lama di Damakus,<br />
keluarga ini pindah ke Laranda, kota di Anatolia<br />
Tengah, atas permintaan Sultan Seljuk Alauddin<br />
Kaykobad.<br />
Konon, Kaykobad membujuk dalam sebuah surat kepada<br />
Walad, “Kendati saya tak pernah menundukkan kepala<br />
kepada seorang pun, saya siap menjadi pelayan dan<br />
pengikut setia Anda.” Di kota ini ibu Jalaluddin,<br />
Mu’min Khatum, meninggal dunia. Tak lama kemudian,<br />
dalam usia 18 tahun, Jalaluddin menikah. 1226, putra<br />
pertama Jalaluddin, Sultan Walad, lahir. Setahun<br />
kemudian, keluarga ini pindah ke Konya, 100 Km dari<br />
Laranda. Di sini, Bahauddin Walad mengajar di<br />
madrasah. 1229, anak kedua Jalaluddin, Alauddin,<br />
lahir. Dua tahun kemudian, dalam usia 82 tahun,<br />
Bahaudin Walad meninggal dunia.<br />
Era baru pun dialami Jalaluddin. Dia menggantikan<br />
Walad, dan mengajarkan ilmu-ilmu ketuhanan<br />
tradisional, tanpa menyentuh mistik. Setahun setelah<br />
kematian ayahnya, suatu pagi, madrasahnya kedatangan<br />
tamu, Burhannuddin Muhaqiq, yang ternyata murid<br />
terkasih Walad. Dan ketika menyadari sang guru telah<br />
tiada, Muhaqiq mewariskan ilmunya pada Jalaluddin.<br />
Burhanuddin pun menggembleng muridnya dengan<br />
latihan tasawuf yang telah dimatangkan selama 4 abad<br />
terakhir oleh para sufi, dan beberapa kali meminta dia<br />
ke Damakus untuk menambah lmu. 8 tahun menggembleng,<br />
1240, Burhanuddin kembali ke Kayseri. Jalaluddin Rumi<br />
pun menggembleng diri sendiri.<br />
Cinta adalah menari<br />
Tahun 1244, saat berusia 37 tahun, Jalaluddin sudah<br />
berada di atas semua ulama di Konya. Ilmu yang dia<br />
timba dari kitab-kitab Persia, Arab, Turki, Yunani dan<br />
Ibrani, membuat dia nyaris ensiklopedis. Gelar Maulana<br />
Rumi (Guru bangsa Rum) pun dia raih. Tapi, di sebuah<br />
senja Oktober, sehabis pulang dari madrasah,<br />
seseorang yang tak dia kenal, menjegat langkahnya, dan<br />
menanyakan satu hal. Mendengar pertanyaan itu, Rumi<br />
langsung pingsan!<br />
Sebuah riwayat mengatakan, orang tak dikenal itu<br />
bertanya, “Siapa yang lebih agung, Muhammad Rasulullah<br />
yang berdoa, ‘Kami tak mengenal-Mu seperti seharusnya’<br />
atau seorang sufi Persia, Bayazid Bisthami yang<br />
berkata, ‘Subhani, mahasuci diriku, betapa agungnya<br />
kekuasaanku’. Pertanyaan mistikus Syamsuddin Tabriz<br />
itu mengubah hidup Rumi. Dia kemudian tak lagi<br />
terpisahkan dari Syams. Dan di bawah pengaruh Syams,<br />
ia menjalani periode mistik yang nyala, penuh gairah,<br />
tanpa batas, dan kini, mulai menyukai musik. Mereka<br />
menghabiskan hari bersama-sama, dan menurut riwayat,<br />
selama berbulan-bulan mereka dapat bertahan hidup<br />
tanpa kebutuhan-kebutuhan dasar manusia, khusuk<br />
menuju Cinta Ilahiah.<br />
Tapi hal ini tak lama. Kecemburuan warga Konya,<br />
membuat Syams pergi. Dan saat Syams kembali, warga<br />
membunuhnya. Rumi kehilangan, kehilangan terbesar yang<br />
dia gambarkan seperti kehidupan kehilangan mentari.<br />
Tapi, suatu pagi, seorang pandai besi membuat<br />
Jalaluddin menari. Pukulan penempa besi itu,<br />
Shalahuddin, membuat dia ekstase, dan tanpa sadar<br />
mengucapkan puisi-puisi mistis, yang berisi ketakjuban pada pengalaman syatahat. Rumi pun kemudian bersabahat<br />
dengan Shalahuddin, yang kemudian menggantikan posisi<br />
Syams. Dan era menari pun dimulai Rumi, menari sambil<br />
memadahkan syair-syair cinta Ilahi. “Tarian para<br />
darwis itulah yang kemudian menjadi semacam bentuk<br />
ratapan Rumi atas kehilangan Syams,” jelas Talat.<br />
Sampai meninggalnya, 17 Desember 1273, Rumi tak pernah<br />
berhenti menari, kerana dia tak pernah berhenti<br />
mencintai Allah. Tarian itu juga yang membuat<br />
peringkatnya dalam inisiasi sufi berubah dari yang<br />
mencintai jadi yang dicintai.</p>
<p>Posted by zezz at 9:28 PM<br />
Reactions:<br />
Labels: Manakib<br />
0 comments:</p>
<p>Post a Comment<br />
Links to this post</p>
<p>Create a Link<br />
Newer Post Older Post Home<br />
Subscribe to: Post Comments (Atom)<br />
Search<br />
Tarikh Islam</p>
<p>Labels</p>
<p>    * Adab Spiritual (7)<br />
    * Intermezzo Sufi (5)<br />
    * Kisah Sufi (9)<br />
    * Manakib (23)<br />
    * Sastra Sufistik (12)<br />
    * Spiritualitas Sufi (19)<br />
    * Sufi Events (4)<br />
    * Tarekat (15)<br />
    * Tasawuf Sufi (9)<br />
    * Ziarah (4)</p>
<p>SUFI POETS<br />
No one by himself<br />
Can find the way to Him.<br />
You have to walk with His feet,<br />
Who goes to His street.<br />
Slideshow<br />
Sulthon Awlia Syeikh Muhammad Nazim Adil Al Haqqani<br />
Mawnala Syeikh Muhammad Hisyam Al Kabbani<br />
Blog Archive</p>
<p>    * ▼ 2008 (61)<br />
          o ▼ September (34)<br />
                + Tasawuf<br />
                + Syari&#8217;at<br />
                + Thariqat<br />
                + Haqiqat<br />
                + Ma&#8217;rifatullah<br />
                + Tarekat Qodiriyah<br />
                + Tarekat Alawiyyah<br />
                + Thariqat Ahmadiyah Badawiyah<br />
                + Tarekat Chisytiyyah<br />
                + Tarekat Syadziliyah<br />
                + Tarekat Syattariyah<br />
                + Tarekat Tijaniyah<br />
                + Tarekat Naqsyabandiyah<br />
                + Thoriqoh Shiddiqiyyah<br />
                + Manakib Ibnu Atho&#8217;illah al-Sakandari<br />
                + Manakib Rabi&#8217;ah al-Adawiyah<br />
                + Manakib Jalaludin Rumi<br />
                + TAREKAT-TAREKAT DARWIS<br />
                + Manakib Junaidi Al Bagdadi<br />
                + Manakib Syeikh Muhammad Ali as-Sanusi, Sanusiyah<br />
                + Manakib Syeikh Ahmad Al Badawi<br />
                + Manakib Syeikh Abu Hasan Assazili<br />
                + manakib DZUNNUN al-Misry<br />
                + Imam Tarekat Muhammad Baha-uddin Syah Naqsyband q&#8230;.<br />
                + Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad<br />
                + SAYYID ABDULLAH AL-HADDAD<br />
                + Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfagih<br />
                + Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfagih<br />
                + Maulana Syekh Muhammad Hisham Kabbani al-Haqqani a&#8230;<br />
                + Perjalanan Spiritual Mawlana Shaykh Muhammad Nazim&#8230;<br />
                + Sufi Agung Al-Hallaj<br />
                + Nama Thoriqoh di Dunia<br />
                + Abah Anom Suryalaya<br />
                + Menyongsong Perdamaian Dunia dengan Sufisme Islam<br />
          o ► October (4)<br />
          o ► November (19)<br />
                + PEMAHAMAN TASAWUF PALSU DAN AJARAN SESAT<br />
                + Konsep Nur Muhammad dalam Al Quran<br />
                + Melihat Allah<br />
                + Ulama Mursyid<br />
                + Murid Thariqah<br />
                + Hakekat ADAB<br />
                + Hakikat tarekat naqsybandi haqqani<br />
                + Penelusuran Tarekat Sammaniyah di Kalimantan oleh &#8230;<br />
                + SYEKH YUSUF AL MAKASARI<br />
                + SYEKH ABDUL QODIR AL JAELANI<br />
                + Tingkatan Wali<br />
                + UWAIS AL QARNI<br />
                + Kontroversi Syeik Siti Jenar<br />
          o ► December (4)<br />
                + Jangan Mengklaim Diri sbg Seorang Syekh<br />
                + Dzikir Dholalah<br />
                + Spiritualitas Abu Yazid al-Busthami<br />
                + The Rose of Medina</p>
<p>    * ► 2009 (33)<br />
          o ► January (6)<br />
                + Spiritualitas Makruf al-Karkhi<br />
                + Haul Syaikh Abubakar bin Salim 1430 H<br />
                + INTERMEZZO BERSAMA MASTER SUFI MAWLANA SYEIKH NAZI&#8230;<br />
                + Insan Kamil<br />
                + Mengenal HAbib Lutfi Bin Yahya<br />
                + Syekh Syarafuddin ad-Daghestani q.s.<br />
          o ► February (5)<br />
                + Berziarah ke Kampung Basilam (Syekh Abdul Wahab Ro&#8230;<br />
                + Gelar Imam, Syekh, Habib dan Sayid (Alawiyyin)<br />
                + Mengenal Kelurga Alawiyyin di Hadramaut<br />
                + Ketika Sufi Berpolitik<br />
                + Spiritualitas Abu Dzarr al-Ghifari<br />
          o ► March (6)<br />
                + Sejarah Kota Nabi<br />
                + Mahabbah<br />
                + Pidato Syekh Nazim Adil al-Haqqoni di Pesantren Th&#8230;<br />
                + Ajaran Cinta Sejati Jalaluddin ar-Rumi<br />
                + Terapi Musik dalam Peradaban Islam<br />
                + Mantiq Al-Tayr (Musawarah burung) Tujuh Tahapan Me&#8230;<br />
          o ► April (4)<br />
                + Ana Al-Haqq, Al-Hallaj<br />
                + Anekdot Seputar Emas<br />
                + Humor Ala Sufi<br />
                + Tablig Akbar dan Dzikir bersama Ulama Besar Dunia<br />
          o ► May (2)<br />
                + Safari Maulid 29 Mei 2009 bersama Syeikh Hisyam Ka&#8230;<br />
                + Ketika Sunah dibilang Bid&#8217;ah<br />
          o ► June (10)<br />
                + Secuplik Wasiat Syekh Abdul Qadir Al-Jailany.<br />
                + Secuplik Wasiat Imam Ghazali RA<br />
                + Tawasul Ahli Kwajagan<br />
                + Manaqib Syekh Ahmad Mutamakin<br />
                + Tuan Guru M.Zaini Abdul Ghani &#8211; Martapura<br />
                + Kunjungan Syeeh Hisyam Kabani di kediaman Habib Sy&#8230;<br />
                + Mengenal Lata&#8217;if<br />
                + Syekh Hisham: Gedung Putih Selalu Rayakan Idul Fit&#8230;<br />
                + Abu Nawas: Tokoh Sufi Dalam 1001 Malam<br />
                + Arsitektur Tarian Para Darwis</p>
<p>Followers<br />
Habib Lutfi Bin Yahya (ketua JATMAN)<br />
Habib Lutfi Bin Yahya (ketua JATMAN)</p>
<p>Sufi Link</p>
<p>    * Al Falah<br />
    * Bicara Sufi<br />
    * Darul Mustofa Yaman<br />
    * Haqqani Rabbani Asia<br />
    * jalan sufi<br />
    * Jami&#8217;ayyah Ahlul Tharikah Al-Muktabarah An-Nahidiah<br />
    * MadadulHaqq<br />
    * majelis rasulullah<br />
    * Mevlana<br />
    * muhibbun naqsybandi<br />
    * naqshbandi sufi way<br />
    * Nurmuhammad<br />
    * Rabitah Alawiyyin<br />
    * Sufi Cinema<br />
    * Sufi forum<br />
    * sufi Journal<br />
    * Sufi Live<br />
    * Sufi Sound<br />
    * sufinews<br />
    * Syeikh Abdul Qadir Al Jilani<br />
    * Thariqa Alawiyyin<br />
    * Thariqa AT Tijani<br />
    * Thariqa Christi<br />
    * Thariqa Matsnawi Rumi<br />
    * Thariqa Naqsybandi Haqqani<br />
    * Thariqa Naqsybandi Kholidiah<br />
    * Thariqa Naqsybandiah Jabal Qubis<br />
    * Thariqa Qodari-Rifai<br />
    * Thariqa Qodaria wan Naqsybandi TQN Suryalaya<br />
    * Thariqa Sammania<br />
    * Thariqa Syazilia</p>
<p>mahkota rumi<br />
Salib orang-orang Kristiani, dari ujung ke ujung<br />
telah aku kaji. Dia tidak ada di salib itu.<br />
Aku telah pergi ke kuil Hindu, ke pagoda tua.<br />
Di tempat-tempat itu tidak ada tanda-tandanya.<br />
Aku pergi ke dataran tinggi Herat dan Kandahar.<br />
Aku melihat.<br />
Dia tidak ada di dataran tinggi maupun rendah.<br />
Dengan hati yang mantap, aku pergi ke puncak gunung Kaf.<br />
Di sana hanya ada sarang burung &#8216;Anqa.<br />
Aku pergi ke Ka&#8217;bah. Dia tidak ada di sana.<br />
Aku bertanya kepada Ibnu Sina tentangnya:<br />
Dia di luar jangkauan filosuf ini &#8230;<br />
Aku melihat ke dalam kalbuku sendiri.<br />
Di situlah tempatnya, Aku melihatnya.<br />
Dia tidak di tempat lain &#8230;</p>
<p>Habib Umar bin Hafidz<br />
mawlana with whirling<br />
mawlana with whirling</p>
<p>Subscribe To<br />
Posts</p>
<p>      Atom </p>
<p>Posts<br />
Comments</p>
<p>      Atom </p>
<p>Comments<br />
Adab Naqsybandi<br />
Adab Naqsybandi<br />
sufi meditation center<br />
sufi meditation center<br />
Sufilive<br />
Sufilive<br />
www.Sufilive.com<br />
Habib Abdullah bil faqeeh</p>
<p>Nur Muhammad<br />
Haqqani Fellowship<br />
Haqqani Fellowship</p>
<p>majelis rasulullah</p>
<p>JATMAN<br />
My Blog List</p>
<p>    *<br />
      AHBABUL MUSTHOFA SOLO<br />
      Kunjungan Syeeh Hisyam Kabani Dikediaman H.Syech Bin Abdulkadir Assegaf<br />
    *<br />
      Maulana Habib Luthfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Yahya<br />
      Antara Tarekat dan Keluarga<br />
    *<br />
      Muhibbun Naqsybandi<br />
      Minyak untuk Rakyat<br />
    *<br />
      Perpustakaan Haqqani Indonesia<br />
      Banquet of the Soul<br />
    *<br />
      Sufi Endless Horizon<br />
      Acara Syaikh Hisham Kabbani qs di Indonesia 26 May-2 Juni 2009<br />
    *<br />
      SUFI MUDA<br />
      Kisah Nenek Pemungut Daun<br />
    *<br />
      Sufi News and Sufism World Report<br />
      Journey Through Ten Thousand Veils<br />
    *<br />
      Terapi Alamiah<br />
      Selawat untuk Segala Macam Penyakit<br />
    *<br />
      Yayasan Haqqani Indonesia<br />
      Kunjungan Syekh Hisyam Kabbani QS ke Indonesia 2009</p>
<p>Classical Islam &#8211; the naqsybandi sufi tradition<br />
Classical Islam &#8211; the naqsybandi sufi tradition</p>
<p>Habib Syeh</p>
<p>Heavenly Quran<br />
Heavenly Quran<br />
Yayasan Haqqani<br />
Yayasan Haqqani<br />
Shadhiliyya Sufi Centre<br />
Shadhiliyya Sufi Centre<br />
Ihya Ulumuddin<br />
Ihya Ulumuddin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acepcimilikiti.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acepcimilikiti.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acepcimilikiti.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acepcimilikiti.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acepcimilikiti.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acepcimilikiti.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acepcimilikiti.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acepcimilikiti.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acepcimilikiti.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acepcimilikiti.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acepcimilikiti.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acepcimilikiti.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acepcimilikiti.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acepcimilikiti.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acepcimilikiti.wordpress.com&amp;blog=7478960&amp;post=72&amp;subd=acepcimilikiti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/06/21/bacaan-ringan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31d54957f9219a99e5d5410d68bcf458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">acepcimilikiti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ko g sembuh-sembuh c!!!</title>
		<link>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/05/21/ko-g-sembuh-sembuh-c/</link>
		<comments>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/05/21/ko-g-sembuh-sembuh-c/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 10:13:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acepcimilikiti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://acepcimilikiti.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[sumpah nyebelin banget lagi dapet berkah naik pangkat ko malah sakit gn ,ketularan ade at emang karna g bisa jaga kondisi badan,badan q semakin kulus batuk-batuk kecian dech&#8230; trakhir kunjungan chek up k dokter lum parah lum ad ap ap lah masih biasa semoga bukan penyakit flek/penyakit pernafasan gt ,ya takutnya walau bisa d sembuhin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acepcimilikiti.wordpress.com&amp;blog=7478960&amp;post=28&amp;subd=acepcimilikiti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sumpah nyebelin banget lagi dapet berkah naik pangkat ko malah sakit gn ,ketularan ade at emang karna g bisa jaga kondisi badan,badan q semakin kulus batuk-batuk kecian dech&#8230;</p>
<p>trakhir kunjungan chek up k dokter lum parah lum ad ap ap lah masih biasa semoga bukan penyakit flek/penyakit pernafasan gt ,ya takutnya walau bisa d sembuhin tapikan tetep j,ganggu banget!!!</p>
<p> </p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>tapi w bukan flek paru/tbc tu udh parah bangt</strong></span></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong><span style="color:#003300;">flek paru</span></strong> itu adalah tempat keberadaan dari komunitas dari bakteri tuberculosis yang akrab kita kenal sebagai TBC.</p>
<p>penyebabnya adalah ketahanan tubuh menurun sewaktu terpapar kuman.</p>
<p>Kalo kita merokok, paru kita akan terlihat seperti ada bayangan kabut bila dibandingkan dengan yang tidak merokok.</p>
<p>Untuk penyembuhan dari kuman TBC harus patuh anjuran dokter karena penymbuhan memerlukan waktu PALING CEPAT 6 bulan itupun dengan syarat kepatuhan pasien yang tinggi untuk minum obat dan ketahanan tubuh terhadap obat-obatan yang diberikan.</p>
<p>Bila sampai gagal terhadap terapi yang pertama ini, maka kuman akan kebal dan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk sembuh, biasanya kalo gagal pertama sulit akan tuntas karena pasien punya kebiasaan buruk sehingga akan gagal lagi.</p>
<p>Jadi usahakan untuk terapi pertama harus tuntas paling cepat 6 bulan, bila kurang biasanya akan kambuh lagi.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>tapi ni juga bukan</strong></span></p>
<p><strong>Bronchitis adalah</strong> suatu peradangan pada bronkus (saluran udara keparu-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius</p>
<p><strong>PENYEBAB</strong></p>
<p>Penyebab banyak, tetapi yang tersering adalah alergi (Allergic rhinitis, asthma, environmental exposures). Bisa juga karena sinusitis, refluks, reaksi obat, kelainan bawaan saluran napas, tersedak “benda asing”, pneumonia (virus, jamur). Mohon diingat – pneumonia belum tentu karena infeksi bakteri. Jadi &#8211; belum tentu perlu antibiotik. Biasanya ditandai dengan batuk lama.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acepcimilikiti.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acepcimilikiti.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acepcimilikiti.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acepcimilikiti.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acepcimilikiti.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acepcimilikiti.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acepcimilikiti.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acepcimilikiti.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acepcimilikiti.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acepcimilikiti.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acepcimilikiti.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acepcimilikiti.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acepcimilikiti.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acepcimilikiti.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acepcimilikiti.wordpress.com&amp;blog=7478960&amp;post=28&amp;subd=acepcimilikiti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/05/21/ko-g-sembuh-sembuh-c/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31d54957f9219a99e5d5410d68bcf458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">acepcimilikiti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>lembang tujuan terakhir&#8230;.</title>
		<link>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/05/21/lembang-tujuan-terakhir/</link>
		<comments>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/05/21/lembang-tujuan-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 06:05:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acepcimilikiti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://acepcimilikiti.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[rapat yang cukup berbelit-belit tu cuma keluar ungkapan mau ikut /g pokoknya dari keputusan terakhir yang kemarin agak mermanas dari pihak panitia dan peserta yang ngomongin masalah dana yang bagi mereka tu kemahalan &#8230;. ungkapan kemahalan tu g pantes banet lah karna mereka cuma bisa argumen aja (panitia) dengan segala fasilitas yang ad,kita g perlulah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acepcimilikiti.wordpress.com&amp;blog=7478960&amp;post=39&amp;subd=acepcimilikiti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>rapat yang cukup berbelit-belit tu cuma keluar ungkapan mau ikut /g pokoknya dari keputusan terakhir yang kemarin agak mermanas dari pihak panitia dan peserta yang ngomongin masalah dana yang bagi mereka tu kemahalan &#8230;.</p>
<p>ungkapan kemahalan tu g pantes banet lah karna mereka cuma bisa argumen aja</p>
<div id="attachment_40" class="wp-caption alignleft" style="width: 142px"><img class="size-full wp-image-40" title="lembang bandung" src="http://acepcimilikiti.files.wordpress.com/2009/05/lembang.jpg?w=500" alt="lenbang bandung tujuan kami"   /><p class="wp-caption-text">lenbang bandung tujuan kami</p></div>
<p>(panitia) dengan segala fasilitas yang ad,kita g perlulah repot2 tuk kerja k dua karna dsana udah da panitia k dua,jadi d sini cum sebatas dana dan transportasi j</p>
<p>tanggal 31 mei kemaren ialah batas akhir tuk dp kita,tapi hasilnya kayaknya kurang memuaskan ad yang g kasih kabar ad yang g mau jalanin ad yang ngarep banget ad yang cinlok jadi agak renggang hubungnnya,fariasi banget</p>
<p>sampe pusing mikirinnya,ayo dong sob jadi y acaranya,,,,,</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acepcimilikiti.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acepcimilikiti.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acepcimilikiti.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acepcimilikiti.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acepcimilikiti.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acepcimilikiti.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acepcimilikiti.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acepcimilikiti.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acepcimilikiti.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acepcimilikiti.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acepcimilikiti.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acepcimilikiti.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acepcimilikiti.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acepcimilikiti.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acepcimilikiti.wordpress.com&amp;blog=7478960&amp;post=39&amp;subd=acepcimilikiti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/05/21/lembang-tujuan-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31d54957f9219a99e5d5410d68bcf458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">acepcimilikiti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://acepcimilikiti.files.wordpress.com/2009/05/lembang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lembang bandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>aku ingin mati sahid ya allah!!!!</title>
		<link>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/05/20/salam-kenal/</link>
		<comments>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/05/20/salam-kenal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 02:03:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acepcimilikiti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[1234]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/05/02/salam-kenal/</guid>
		<description><![CDATA[Bidadari Syurga Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut : &#8220;Sesungguhnya Allah telah membeli dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acepcimilikiti.wordpress.com&amp;blog=7478960&amp;post=6&amp;subd=acepcimilikiti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bidadari Syurga</p>
<p>Dalam suatu kisah yang dipaparkan Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut :<br />
&#8220;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka&#8221;</p>
<p>Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:&#8221;Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?&#8221; &#8220;Ya, benar, anak muda&#8221; kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:&#8221;Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga.&#8221;</p>
<p>Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur.</p>
<p>Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:&#8221;Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . .&#8221; Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu. Ia menjawab: &#8220;Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: &#8220;Pergilah kepada Ainul Mardiyah.&#8221; Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan dipinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku , mereka bergembira seraya berkata: &#8220;Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . .&#8221;<br />
&#8220;Assalamu’alaikum&#8221; kataku bersalam kepada mereka. &#8220;Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?&#8221; Mereka menjawab salamku dan berkata: &#8220;Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu&#8221; Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah.</p>
<p>Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: &#8220;Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . &#8230;&#8221;</p>
<p>Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata: &#8220;Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu.&#8221; Anak muda melanjutkan kisah mimpinya: &#8220;Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama&#8221;.</p>
<p>Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia. ( Irsyadul Ibad ).<br />
Last Updated ( Sunday, 10 May 2009 )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acepcimilikiti.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acepcimilikiti.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acepcimilikiti.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acepcimilikiti.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acepcimilikiti.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acepcimilikiti.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acepcimilikiti.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acepcimilikiti.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acepcimilikiti.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acepcimilikiti.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acepcimilikiti.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acepcimilikiti.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acepcimilikiti.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acepcimilikiti.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acepcimilikiti.wordpress.com&amp;blog=7478960&amp;post=6&amp;subd=acepcimilikiti&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acepcimilikiti.wordpress.com/2009/05/20/salam-kenal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31d54957f9219a99e5d5410d68bcf458?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">acepcimilikiti</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
